Benarkah Obat Kuat Viagra Bisa Mencegah Kanker?

Viagra memang sangat terkenal sebagai obat kuat terbaik untuk menanggulangi impotensi atau disfungsi ereksi pada laki-laki. Tapi siapa sangka andai obat kuat lelaki ini berpotensi menyelamatkan ribuan nyawa. Sebuah riset terbaru oleh Augusta University, Georgia, AS mengindikasikan potensi viagra sebagai “pencegah” kanker.

Dengan kata lain, pil biru ini dapat menyelamatkan ribuan nyawa. Sebelum mendapat temuan ini, awalnya para peneliti mempelajari efek viagra atau sildenafil pada tikus. Mereka menemukan takaran obat harian yang kecil dalam air minum fauna ini secara signifikan meminimalisir risiko terpapar kanker usus besar (kolorektal). “Memberi viagra takaran kecil dapat mengurangi jumlah tumor pada hewan-hewan ini sampai setengahnya,” ungkap Darren D Browning, seorang berpengalaman biokimia di Augusta University dilansir dari Science Alert, Jumat (13/04/2018).

Meski lumayan mengejutkan, perlu dikenang sejauh ini hasil itu hanya diperlihatkan dalam model binatang. Artinya, urusan ini belum diusahakan pada manusia. Namun, inilah tahapan tepat yang ingin dijangkau oleh kesebelasan ini sebagai uji klinis. Sebagai informasi, uji klinis seringkali dilakukan pada fauna sebelum manusia. Ini untuk meneliti efek samping yang barangkali terjadi pada suatu terapi atau pengobatan.

Para peneliti bercita-cita percobaan ini mendapat lampu hijau dan efeknya dapat direplikasi pada manusia. Jika urusan tersebut terjadi, viagra berpotensi mengamankan ribuan nyawa khususnya untuk orang dengan riwayat family terserang kanker kolorektal. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cancer Prevention Research tersebut menunjukkan takaran harian viagra meminimalisir separuh pembentukkan polip pada jaringan tikus. Polip adalah gumpalan abnormal sel yang terbentuk pada lapisan usus, yang mempunyai kecenderungan menjadi tumor. Selain memakai viagra, semua peneliti pun bereksperimen dengan linaclotide.

Obat ini seringkali digunakan guna mengobati sembelit atau sindrim iritasi usus. Hasilnya, linaclotide lebih efektif daripada viagra untuk menangkal kanker usus besar. Sayangnya, pemakaian linaclotide memunculkan efek samping berupa diare. Berdasarkan keterangan dari peneliti, urusan ini menciptakan obat itu tidak sesuai untuk pemakaian jangka panjang. Sebaliknya, viagra dalam takaran rendah tidak diketahui menghasilkan efek samping pada manusia. Ini menjadikannya salah satu teknik aman dan nyaman guna menghentikan penyebaran polip.

Baca juga: Apa Itu Viagra ? Komposisi, Dosis, Harga, Efek Samping, Obat Disfungsi Ereksi

“Ketika kami memberi viagra, kami mengecilkan semua kompartemen yang berproliferasi,” ujar Browning. “Sel-sel proliferasi lebih tunduk pada mutasi yang mengakibatkan kanter,” imbuhnya. Sebenarnya, ini bukanlah riset kesatu tentang guna kesehatan yang didapat dari viagra. Maka dari itu, semua ilmuwan tidak jarang kali tertarik guna mempelajari dan meenmukan mekanisme molekuler baru pada obat ini.

Author: 

Related Posts

No Response

Leave a Reply